Vitamin B2

Vitamin B2 (riboflavin) ; vitamin yang berfungsi seperti vitamin B1, yaitu membantu tubuh memetabolisme karbohidrat. Namun, vitamin ini juga membantu dalam metabolisme lemak dan protein dan bersama vitamin B lainnya (B6, asam folat dan niasin) berperan dalam pembuatan sel darah merah dan pemeliharaan jaringan tubuh, terutama di kulit dan mata.

Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan kulit bersisik dan sariawan/peradangan di mulut (keilosis).

Vitamin B2 (Wikipedia)
Riboflavin
Riboflavin.svg
Nama
Nama IUPAC
7,8-dimetil- 10-((2R,3R,4S)- 2,3,4,5- tetrahidroksipentil) benzo [g] pteridina- 2,4 (3H,10H)- diona
Nama lain
Vitamin B2
Penanda
Model 3D (JSmol)
ECHA InfoCard100.001.370
Nomor EE101 (pewarna)
MeSHRiboflavin
Sifat
C17H20N4O6
Massa molar376,36 g/mol
Titik lebur290 °C (dec.)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi
Susu, sumber vitamin B2 (riboflavin) yang baik.

Riboflavin, dikenal juga sebagai vitamin B2, adalah mikronutrisi yang mudah dicerna, bersifat larut dalam air, dan memiliki peranan kunci dalam menjaga kesehatan pada manusia dan hewan. Vitamin B2 diperlukan untuk berbagai ragam proses seluler. Seperti vitamin B lainnya, riboflavin memainkan peranan penting dalam metabolisme energi, dan diperlukan dalam metabolisme lemak, zat keton, karbohidrat dan protein. Vitamin ini juga banyak berperan dalam pembetukkan sel darah merah, antibodi dalam tubuh, dan dalam metabolisme pelepasan energi dari karbohidrat.

Susu, keju, sayur hijau, hati, ginjal, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, ragi, jamur dan badam merupakan sumber utama vitamin B2, namun paparan terhadap cahaya akan menghancurkan riboflavin.

Nama riboflavin berasal dari kata ribosa dan flavin.