Sodium

elemen dan komponen elektrolit dan garam yang membantu mengatur keseimbangan cairan sel.

Sodium (Wikipedia)
Natrium,  11Na
Na (Sodium).jpg
Sodium Spectra.jpg
Garis spektrum natrium
Sifat umum
Nama, simbolnatrium, Na
Pengucapan/ˈsdiəm/ SOH-dee-əm
Penampilanputih keperakan metalik
Natrium di tabel periodik
Hydrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluor (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosfor (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klor (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsenik (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Yodium (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Tungsten (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platinum (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Li

Na

K
neonnatriummagnesium
Nomor atom (Z)11
Golongan, blokgolongan 1 (logam alkali), blok-s
Periodeperiode 3
Kategori unsur  logam alkali
Bobot atom standar (±) (Ar)22,98976928(2)
Konfigurasi elektron[Ne] 3s1
per kelopak
2,8,1
Sifat fisika
Fasepadat
Titik lebur370,87 K ​(97,72 °C, ​207,9 °F)
Titik didih1156 K ​(883 °C, ​1621 °F)
Kepadatan mendekati s.k.0,968 g/cm3
saat cair, pada t.l.0,927 g/cm3
Titik kritis(ekstrapolasi)
2573 K, 35 MPa
Kalor peleburan2,60 kJ/mol
Kalor penguapan97,42 kJ/mol
Kapasitas kalor molar28,230 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa)1101001 k10 k100 k
at T (K)5546176978029461153
Sifat atom
Bilangan oksidasi+1, -1 ​oksida basa kuat
ElektronegativitasSkala Pauling: 0,93
Energi ionisasi
(artikel)
Jari-jari atomempiris: 186 pm
Jari-jari kovalen166±9 pm
Jari-jari van der Waals227 pm
Lain-lain
Struktur kristalkubus berpusat badan (bcc)
Struktur kristal Body-centered cubic untuk natrium
Kecepatan suara batang ringan3200 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor71 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Konduktivitas termal142 W/(m·K)
Resistivitas listrik47,7 n Ω·m (suhu 20 °C)
Arah magnetparamagnetik
Modulus Young10 GPa
Modulus Shear3,3 GPa
Modulus Bulk6,3 GPa
Skala Mohs0,5
Skala Brinell0,69 MPa
Nomor CAS7440-23-5
Sejarah
PenemuanH. Davy (1807)
Isolasi pertamaH. Davy (1807)
Isotop natrium terstabil
Iso­topKelim­pahanWaktu paruh (t1/2)Moda peluruhanPro­duk
22Natrace2.602 yβ+22Ne
23Na100%23Na stabil dengan 12 neutron
24Natrace14.96 hβ24Mg
| referensi | di Wikidata

Natrium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Na dan nomor atom 11. Ini adalah logam lunak, putih keperakan, dan sangat reaktif. Natrium adalah logam alkali, berada pada golongan 1 tabel periodik, karena memiliki satu elektron di kulit terluarnya yang mudah disumbangkannya, menciptakan atom bermuatan positif—kation Na+. Satu-satunya isotop stabil adalah 23Na. Logam bebasnya tidak terdapat di alam, tapi harus dibuat dari senyawanya. Natrium adalah unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi, dan terdapat di banyak mineral seperti feldspar, sodalit dan halit (garam batu, NaCl). Banyak garam natrium sangat larut dalam air: ion natrium telah dilindi oleh aksi air dari mineral Bumi selama ribuan tahun, dan dengan demikian natrium Dan klorin adalah unsur terlarut yang paling umum terjadi di lautan (berdasarkan berat).

Natrium pertama kali diisolasi oleh Humphry Davy pada tahun 1807 melalui elektrolisis natrium hidroksida. Di antara banyak senyawa natrium lain yang berguna, natrium hidroksida (lindi, bahasa Inggris: lye) digunakan dalam pembuatan sabun, dan natrium klorida (garam dapur) adalah zat pencair es (en) dan nutrisi untuk hewan termasuk manusia.

Natrium adalah unsur esensial untuk semua hewan dan beberapa tumbuhan. Ion natrium adalah kation utama pada cairan ekstraselular (extracellular fluid, ECF) dan karena itu merupakan penyumbang utama tekanan osmotik ECF dan volume kompartemen ECF. Hilangnya air dari kompartemen ECF meningkatkan konsentrasi natrium, suatu kondisi yang disebut hipernatremia. Kehilangan isotonik air dan natrium dari kompartemen ECF mengurangi ukuran kompartemen tersebut dalam kondisi yang disebut hipovolemia (en) ECF.

Dengan cara pompa natrium-kalium, sel manusia hidup memompa tiga ion natrium keluar dari sel sebagai ganti dua ion kalium yang dipompa masuk; membandingkan konsentrasi ion yang melintasi membran sel, dari dalam ke luar, kalium sekitar 40:1, dan natrium, sekitar 1:10. Pada sel saraf, muatan listrik melintasi membran sel sehingga memungkinkan transmisi impuls saraf—sebuah aksi potensial—ketika muatan itu dihamburkan; natrium memainkan peran penting dalam aktivitas itu.