Prolaktinoma

tumor pada kelenjar piutitari yang mensekresi prolaktin. Pria dengan kondisi ini biasanya menyatakan bahwa mereka dapat mencapai ereksi, tetapi mereka tidak tertarik dalam hubungan seksual. Pada wanita, prolaktinoma berhubungan dengan galaktorea (laktasi tanpa adanya kehamilan), amenore, defisiensi estrogen, dan dispareunia.

Meskipun merupakan tumor jinak, prolaktinoma dapat menyebabkan gangguan visual dengan memperbesar dan menyebabkan tekanan saraf optik dalam batas-batas dari sela tursika, lokasi dari kelenjar hipofisis di dasar otak. Sakit kepala dan pembesaran payudara laki-laki cukup umum dalam kondisi ini. Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya kadar tinggi prolaktin dalam peredaran darah. Pembesaran daerah kelenjar pituitari dapat dideteksi dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau pemindaian tomografi terkomputerisasi (CAT scan).