Meningitis

peradangan serius dari meninges, membran tipis penutup otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, atau jamur), meskipun juga dapat disebabkan oleh pendarahan di dalam meninges, kanker, penyakit sistem kekebalan tubuh, dan respon inflamasi terhadap beberapa jenis kemoterapi atau bahan kimia lainnya . Jenis meningitis yang disebabkan oleh bakteri cenderung paling serius dan sulit diobati. Dalam beberapa kasus, meningitis dapat menjadi kondisi yang berpotensi fatal.

Meningitis adalah infeksi sangat berbahaya karena sifat otak yang sangat halus. Sel-sel otak adalah sel-sel yang tidak akan beregenerasi sendiri. Oleh karena itu, jika jaringan otak rusak oleh infeksi, seumur hidup akan tetap cacat.

Meningitis (Wikipedia)
Meningitis
Meninges-en.svg
Meninges sistem saraf pusat: dura mater, arachnoid, dan pia mater.
Klasifikasi dan rujukan luar
Spesialisasineurologi, penyakit infeksi[*]
ICD-10G00.G03.
ICD-9-CM320322
DiseasesDB22543
MedlinePlus000680
eMedicinemed/2613 emerg/309 emerg/390
Patient UKMeningitis
MeSHD008581

Meningitis atau radang selaput otak adalah radang pada membran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen. Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mengantuk. Adanya ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah.

Tindakan punksi lumbal dilakukan untuk mendiagnosa ada tidaknya meningitis. Jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis untuk mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. LCS diperiksa di laboratorium medis. Penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan kadang-kadang obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya komplikasi karena radang yang berlebihan. Meningitis dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang seperti ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit kognitif, terutama bila tidak dirawat dengan cepat. Beberapa jenis meningitis (misalnya yang berhubungan dengan meningokokus, Haemophilus influenzae type B,pneumokokus atau infeksi virus mumps) dapat dicegah oleh imunisasi.