megalomania

(megalomania) Waham kebesaran Psikosis dengan ciri merasa diri orang besar.

megalomania (Wikipedia)
Penyakit kepribadian narsisistik
Synonyms Megalomania
Seorang pria melihat kolam air
Narcissus karya Caravaggio, sedang mengagumi refleksinya sendiri.
Spesialisasi Psikiatri
Gejala perasaan berlebihan terhadap diri sendiri, kebutuhan untuk penyanjungan, kurangnya pemahaman perasaan lainnya
Usual onset Awal masa dewasa
Durasi Jangka panjang
Penyebab Tidak diketahui
Kondisi serupa Penyakit bipolar, penyimpangan substansi, penyakit depresif, penyakit anksieti
Perawatan Sulit
Frekuensi 1%

Penyakit kepribadian narsisistik (bahasa Inggris: Narcissistic personality disorder, disingkat NPD) adalah sebuah penyakit kepribadian dimana terdapat susunan jangka panjang dari perilaku abnormal yang dikarakteristikkan oleh perasaan berlebihan terhadap diri sendiri, kebutuhan untuk penyanjungan dan kurangnya pemahaman perasaan lainnya. Orang yang terserang dampaknya seringkali menghabiskan waktu dengan berpikir tentang meraih kekuasaan atau kesuksesan, atau tentang penampilan mereka. Mereka sering memanfaatkan orang-orang sekitar mereka. Perilaku tersebut biasanya dimulai pada awal masa dewasa, dan terjadi pada berbagai keadaan.

Penyebab penyakit kepribadian narsisistik tidak diketahui. Penyakit tersebut merupakan sebuah penyakit kepribadian yang terklasifikasikan dalam kluster B oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Diagnosis-nya didapat dari seorang profesional dalam perawatan kesehatan yang mewawancarai orang yang ditanyainya. Kondisi tersebut dibutuhkan untuk membedakannya dari mania dan penyakit penggunaan substansi.

Pengobatan belum terpelajari. Terapi seringkali sulit karena orang dengan penyakit tersebut kemudian tidak menganggap diri mereka sendiri memiliki sebuah masalah. Sekitar satu persen orang meyakini dampak pada beberapa titik kehidupan mereka. Penyakit tersebut lebih sering muncul pada laki-laki ketimbang perempuan dan berdampak pada kaum muda ketimbang kaum tua. Kepribadian tersebut mula-mula disebutkan pada tahun 1925 oleh Robert Waelder, sementara nama saat ini untuk kondisi tersebut mulai digunakan pada 1968.