kapur tohor

(lime) Kalsium oksida, kapur kuripan.

kapur tohor (Wikipedia)
Kalsium oksida
Kapur tohor
Nama
Nama IUPAC
Kalsium oksida
Nama lain
Kapur tohor
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
ECHA InfoCard100.013.763
Nomor EE529 (pengatur keasaman, ...)
Nomor RTECSEW3100000
UNII
Nomor UN1910
Sifat
CaO
Massa molar56,0774 g/mol
PenampilanSerbuk putih hingga kuning/coklat pucat
BauTidak berbau
Densitas3,34 g/cm3
Titik lebur2613 °C, 2886 K, 4735 °F
Titik didih2850 °C, 3123 K (100 hPa)
1,19 g/L (25 °C), 0,57 g/L (100 °C), reaksi eksotermik
Kelarutan dalam AsamLarut (juga di dalam gliserol, larutan gula)
Kelarutan dalam MetanolTaklarut (juga di dalam dietil eter, n-oktanol)
Keasaman (pKa)12.8
Termokimia
Entropi molar standar (So)40 J·mol−1·K−1
Entalpi pembentukan standarfHo)−635 kJ·mol−1
Bahaya
Titik nyalaTidak mudah terbakar
Senyawa terkait
Anion lain
Kalsium sulfida
Kalsium hidroksida
Kation lainnya
Berilium oksida
Magnesium oksida
Stronsium oksida
Barium oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Sangkalan dan referensi

Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius. Jika disiram dengan air, maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur padam (kalsium hidroksida, CaOH)

Saat kapur tohor disiram dengan air, terjadi reaksi sebagai berikut:

CaO (s) + H2O (l) is in equilibrium with Ca(OH)2 (aq) (ΔHr = −63.7 kJ/mol of CaO)
  • ^ a b
  • ^
  • ^
  • ^ a b
  • ^
  • ^